We As Human – We As Human




We-as-Human-300x300Artist: We as Human
Album:  We as Human
Label: Atlantic Records
Release Date:  25 Juni 2013
Genre: Hard Rock
Buy It: iTunes

Track Listing:

1. Strike Back
2. Dead Man
3. Bring to Life
4. Let Me Drown
5. Zombie (Feat. John Cooper of Skillet)
6. We Fall Apart
7. Take the Bullets Away (Feat. Lacey of Flyleaf)
8. Taking Life
9. Sever
10. I Stand

 

 Album terbaru mereka hadir dengan sangat baik pada dengan dimulai lagu “Strike Back” berhasil merangkum segala sesuatu yang salah dengan hard rock sekarang: instrumen dan melodi yang generik, dengan vokal yang terlalu melodramatis, dan lirik yang menyedihkan. Bahkan, ketika lagu yang mengatakan “You’re gonna suffer; hit me, I hit back harder… it’s your darkest hour,” Saya benar-benar tidak yakin lagu itu berbicara untuk siapa? Ini bisa saja setan, tapi tampaknya seperti teologi yang rapuh. Jika itu tentang manusia lain, maka sikap mereka tidak tampak seperti Kristus.

Yang cukup untuk dipertanyakan pada puncak album ini adalah lagu “Bring to Life,” cakap dalam emosional yang tinggi dan memiliki cukup beragam instrumen untuk menjaga lagu ini untuk tetap menarik. Dalam hal penulisan lagu dan melodi, ini adalah album terbaik We As Human yang telah ditawarkan sekarang, dan itu cukup bagus. “Let Me Down” juga memiliki melodi modern rock yang oke, dan terus terang. “Zombie” mencoba dengan gagah berani, termasuk penampilan dari John Cooper, tapi lagu ini tidak jauh-jauh juga dengan sound skillet, bisa saja ini disebutkan side project dari John Cooper dengan nama band lain. Sementara itu, “We Fall Apart” mencoba untuk menjadi balada tetapi terseret oleh lirik yang datar. Sisa dari album ini sepertinya biasa-biasa saja, meskipun Lacey Sturm (Mantan vokalis Flyleaf) menambahkan beberapa kehidupan yang sangat dibutuhkan untuk lagu “Take the Bullets Away.” Masalah umum yang terus muncul dalam proses pembuatan album mereka adalah penulisan antara verse dan chorus.

Jika ada satu kata untuk menggambarkan We As Human, adalah dengan kata “aman”. Sementara jelas bertujuan masuk pada pasar hard rock seperti band Red dan Skillet, We As Human pernah berkeliaran dengan berbagai genre / aliran musik. Sulit untuk membayangkan setiap penggemar genre menjadi kecewa dalam perilisan album ini, hanya karena hal ini secara sangat jelas diperhitungkan untuk naik banding yang diharapkan oleh para penggemarnya. Ada suara gitar yang menonjol, vokal bombastis, dan melodi yang melambung pada lagu yang melow. Satu-satunya saat di mana band ini benar-benar mengambil suatu resiko dalam lirik lagu terakhir, “I Stand.” Sesudah sebuah album dipenuhi dengan lirik yang samar, saya senang mendengar bahwa acuan mereka terletak pada Yesus dan bahkan point utama permasalahan aborsi. Sayangnya, bahwa satu momen adalah pengecualian antara sebuah album yaitu, lirik dan musik, yang terlalu konservatif.


  • Facebook
  • Twitter