Sejarah Metal Kristen

METAL KRISTEN

 

Metal kristen, yang juga dikenal dengan white metal, adalah jenis musik heavy metal yang biasanya ditetapkan berdasarkan pesan melalui lirik lagunya serta dedikasi anggota band tersebut terhadap kekristenan. Metal kristen biasanya dimainkan oleh orang-orang yang mengaku dirinya kristen untuk orang-orang kristen secara umum yang mendengarkan musik heavy metal dan sering diproduksi dan didistribusikan melalui berbagai jaringan kristen.

Band metal kristen berada di semua sub-genre musik heavy metal; dan yang umumnya menghubungkan kebanyakan band metal kristen hanyalah dari liriknya. Tema-tema kristen sering disatukan dengan subjek dari genre band di mana mereka berakar. Telah dikemukakan bahwa subkultur metal kristen belum secara umum menyediakan anggota utamanya alternatif ekspresi keagamaan dan identitas kristen, dan bahwa musiknya bertujuan mempersembahkan alternatif positif atau untuk mengimbangi musik metal ‘sekuler’ yang secara umum dikenal gelap dan berpesan negatif.

Metal kristen muncul di akhir tahun 1970-an sebagai sarana penginjilan ke dunia musik heavy metal secara luas, dan dipelopori oleh band Amerika Resurrection BandPetra; dan band Swedia Jerusalem. Band Los Angeles Stryper mencapai kesuksesan pada tahun 1980-an. Band California Tourniquet dan band Australia Mortification memimpin gerakan ini pada tahun 1990-an. Grup rap metal P.O.D. dan grup metalcore Underoath, Demon Hunter, As I Lay Dying, dan Norma Jean (dijuluki oleh majalah Revolver sebagai “Aliansi Suci”) mendapat perhatian dalam dekade pertama abad ke-21, mencapai peringkat di Billboard 200.

 

KARAKTERISTIK

Metal kristen bukanlah gaya soliter musik, melainkan suatu badan berideologi yang terdiri dari hampir setiap subgenre musik heavy metal. Para musisi dalam band-band metal kristen biasanya mendasarkan lirik mereka pada tradisi Yahudi-Kristen. Pendekatan lirik band-band metal kristen cukup bervariasi, beberapa menekankan aspek positif dari hal iman sementara yang lain menceritakan ajaran Kristus. Beberapa band mempertahankan pesan positif mereka secara tersembunyi dalam bentuk metafora, hanya sebagian kecil saja yang mengambil sikap agresif terhadap yang melawan kekristenan, “berkhotbah penuh “api & belerang” dan murka Allah (dengan gaya Perjanjian Lama) terhadap pemuja setan”. Referensi untuk tema eskatologi dan apokaliptik, khususnya peperangan rohani yang sedang berlangsung antara kebaikan dan kejahatan serta Penghakiman Terakhir dan kejatuhan dari kasih karunia.

Gaya lirik bervariasi tergantung pada budaya, denominasi, dan negara. Contohnya, band dengan anggota Lutheran di Eropa Utara cenderung menyukai pendekatan lirik secara pribadi, yang jarang dimaksudkan untuk “mengubah” secara frontal, dan penginjilan lebih khususnya oleh band-band Amerika. Band kristen tidak pernah menyangkal keyakinan mereka tetapi biasanya menghindari berkotbah, dan kadang-kadang tidak terekspresikan, memisahkan agama sebagai isu pribadi pendengar. Beberapa band memilih untuk berurusan dengan pengalaman hidup sehari-hari dari perspektif kristen untuk menarik pendengar kristen dan non-kristen. Dalam kasus tersebut, sulit untuk mengidentifikasi suatu “band kristen”. Band sekuler yang kadang-kadang berhubungan dengan topik kristen adalah hal yang berbeda sama sekali. Mendefinisikan sebuah band kristen adalah masalah yang banyak diperdebatkan di forum metal kristen. Sebuah band kristen diharapkan memiliki baik anggota yang mengaku kristen maupun pesan kristen, sebaiknya keduanya.

 

SEJARAH
Latar Belakang: Heavy metal dan ke-Kristenan

Istilah ‘heavy metal‘, seperti yang digunakan oleh Lester Bangs dan Dave Marsh di Creem (majalah musik), mengacu pada sound yang terbaik dicontohkan oleh album rekaman Led Zeppelin [Led Zeppelin II], Deep Purple [Deep Purple in Rock], dan Black Sabbath [Paranoid]. Namun pemeriksaan terhadap beberapa lirik dari band-band ini tidak menunjukkan adanya tema eksplisit yang negatif. Led Zeppelin “Whole Lotta Love” bisa jadi hanya percakapan antara suami dan istri, mungkin. Black Sabbath “Electric Funeral” persis tentang bulan merah darah menurut kitab Wahyu Yohanes, sedangkan “Hand of Doom” mereka menggambarkan kerusakan yang akibat penyalahgunaan narkoba. Ozzy Osborne terdengar bercerita pada pendengarnya di lagu sebelumnya, “Children of the Grave“: “Katakan pada dunia bahwa cinta masih hidup. Kamu harus berani, atau anak-anak saat ini adalah anak-anak dari kubur.” Kemudian, dalam lagu “In My Time of Dying“, Robert Plant bahkan memohon kepada Yesus: “Temui aku Yesus, temui aku, Temui aku di tengah-tengah udara, jika sayapku gagal Tuhan, tolong temui aku dengan pasangan sayap yang lain.” Mungkin tidak terang-terangan secara kristen, tetapi lagu-lagu seperti ini menunjukkan tema yang sama.

Penggemar heavy metal mula-mula dipandang masyarakat sebagai kontra-budaya, seperti para penggemar rock and roll pada umumnya. Lirik dan tema heavy metal awalnya sering dituduh menantang nilai-nilai kristen, dan seiring perkembangannya, beberapa band memang benar-benar melakukannya. Di antara band-band mula-mula yang dituduh menambahkan konotasi negatif yaitu Black Sabbath, menggabungkan musik heavy metal dengan “simbol okultisme dan sajak untuk Iblis”. Band-band awal menggunakan tritones, sebuah “suara disonan abad pertengahan ‘chord Setan’”, menyebabkan heavy metal dicap bodoh, kasar, dan kadang-kadang satanik; musik tidak cocok diperdebatkan secara cerdas, apalagi refleksi teologis.

Band seperti Mötley Crüe, Ratt, dan Twisted Sister mengambil “tema-tema umum seperti kemarahan, kebebasan seksual, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dan keputusasaan kepada jutaan pembeli rekamannya” Di tahun 1980-an, seiring perkembangan daya tarik metal, Koalisi Nasional Kekerasan Televisi “memberi perhatian pada potensi destruktif dari video musik, banyak yang secara grafis menggambarkan kekerasan dan pemberontakan.” Seorang pendeta Inggris dan penggemar metal menganalisis bahwa karena distorsi suara gitar, ketukan yang intens dan vokal berotot, lagu-lagu heavy metal “tidak takut berhadapan dengan kematian, kekerasan dan penghancuran” dan bahwa “banyak daya tarik metal terhadap setan atau kejahatan hanyalah pura-pura, didorong oleh keinginan untuk menggoncang.” Seorang biarawan Capuchin Italia dan juga mantan vokalis metal Cesare Bonizzi (Fratello Metallo) menyatakan bahwa “mungkin” ada beberapa band metal satanik “tapi saya pikir itu suatu tindakan sehingga mereka bisa menjual lebih banyak,” dan menambahkan bahwa “metal adalah bahasa musik yang paling energik, paling penting, paling mendalam dan paling benar yang saya tahu.”

 

Asal-Usul

Asal-usul metal kristen pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an dalam Jesus movement, gerakan hippie dengan ideologi kristen yang terdiri dari hippie yang telah menjadi kristen. Hippie kristen di gerakan ini, dikenal sebagai  “Jesus People“, mengembangkan gerakan musik yang disebut Jesus music, yang utamanya dimulai dari selatan California ketika musisi-musisi jalanan berubah menjadi kristen. Musisi-musisi ini tetap memainkan gaya musik yang sama seperti yang pernah mereka mainkan sebelum pertobatan, di antaranya musik heavy metal, meskipun mereka memasukkan lirik yang mengandung pesan kristen. Larry Norman adalah salah satu musisi rock kristen mula-mula yang merilis album pertamanya yang berjudul Upon This Rock pada tahun 1969, yang bisa dikatakan album rock kristen pertama yang diproduksi. Lagu Norman yang berjudul “Why Should the Devil Have All the Good Music?” meringkas pemikiran musisi-musisi ini.

http://www.youtube.com/watch?v=H8Z6ctWkp88

Grup hardrock kristen pertama mungkin adalah band California yang bernama Agape, dibentuk pada akhir tahun 1960-an. Dikenal dengan psychedelic rock dengan pengaruh blues, band ini merilis album berjudul Gospel Hard rock pada tahun 1971, diikuti oleh Victims of Tradition pada tahun 1972. Setelah Agape, Resurrection Band dibentuk pada tahun 1972 oleh komunitas Jesus People di Milwaukee dan merilis album hardrock Music to Raise the Dead pada tahun 1974. Band Swedia yang bernama Jerusalem dibentuk pada tahun 1975 dan disebut sebagai grup hardrock Kristen awal lainnya. Pada tahun 1978, Resurrection Band merilis album Awaiting Your Reply dan Jerusalem merilis Jerusalem (Volume 1). Kedua album memiliki dampak penting pada budaya musik kristen. Dalam kurun waktu itu, heavy metal adalah gaya musik baru untuk industri musik kristen, dan banyak label kristen tidak terlalu berharap akan penjualannya yang baik. Namun, Awaiting Your Reply menghentak pasar kristen, dan meraih posisi 6 pada daftar penjualan album Gospel. Jerusalem juga langsung menjadi hit di kalangan pendengar, dan dalam enam bulan pertama album mereka terjual 20.000 kopi, prestasi yang tidak lazim untuk genre rock kristen di Eropa. Daniel Band dari Kanada dikutip salah satu band pertama, dan juga Barnabas.

 

1980-an

Pada awal tahun 1980-an, ada empat grup heavy metal Kristen besar: Messiah Prophet, LeviticusSaint, and Stryper. Meskipun masih diperdebatkan siapakah band dibentuk pertama kali, grup glam metal Stryper asal Orange County-lah yang paling populer. Stryper juga band pertama yang diidentifikasi sebagai band metal kristen. Stryper mendapat perhatian saat mereka melemparkan alkitab kepada penonton saat mereka konser. Awalnya, sebagian besar orang kristen pergi ke konser Stryper, tetapi kemudian mereka juga menjangkau penonton non-kristen. Pada tahun 1980-an, band-band metal kristen mengikuti tren band-band metal pasaran.

Selama pertengahan tahun 1980-an, musik heavy metal dibagi menjadi subgenre terpisah. Weinstein (2000) menggambarkan keragaman tematik yang membedakan style music, “Pada 1980-an, white metal and black metal muncul. Tema lirik mereka berada pada kubu yang berlawanan satu sama lain, salah satunya membawa ‘kabar baik’ dan yang lainnya yang ‘kabar buruk’. Keduanya termasuk band yang sound-nya masih dalam kategori metal. White metal yang biasa disebut metal kristen. Sebagai tanggapan terhadap popularitas genre heavy metal, white metal merubah sistem heavy metal untuk melayani keperluan sekte kristen evangelis maupun denominasi lainnya. Selain itu, white metal adalah upaya misionaris untuk merekrut anggota dan menyelamatkan jiwa-jiwa.

Black metal berdiri pada tema yang terbalik dari kekristenan, tidak melihat ke atas ke surga tetapi cenderung memadang pada dunia bawah (neraka). Simbol dan penggambaran setan telah menjadi dasar pokok dari heavy metal dari semula dengan Black Sabbath dan Led Zeppelin-nya. Di Barat tidak ada simbol yang lebih baik dari pemberontakan. Tapi grup seperti Mercyful Fate mengklaim bahwa mereka tidak bermain tentang pemberontakan. Mereka mengklaim bahwa mereka adalah orang percaya, pengikut penguasa dunia bawah, terlihat oleh banyak orang sebagai taktik “komersial”.

Grup doom metal Trouble dari Chicago dikenal sebagai band pertama di pasar white metal karena album awal album Psalm 9 dan The Skull menampilkan referensi alkitab. Asal usul istilah “white metal” masih belum jelas, melainkan hanya diketahui bahwa label non-kristen Metal Blade Records menggunakan “white metal” hanya untuk istilah pemasaran, berbeda dengan black metal.

Selanjutnya band-band metal kristen menjadi kontroversial karena kepercayaan mereka dan sering bertujuan untuk penginjilan di dunia musik metal. Misalnya Stryper, meskipun sukses secara komersial pada waktu itu, mendapat sambutan negatif ketika mereka bermain di sebuah festival metal Belanda pada tahun 1985. Terlepas dari itu, Stryper telah membantu mempopulerkan genre ini. Mereka adalah band kristen pertama yang mencapai status album platinum. To Hell with the Devil  tahun 1986 terjual 2 juta kopi dan meraih nominasi Grammy. Video musik untuk “Free”, “Calling on You”, dan power ballad “Honestly” semua berada di 10 besar selama beberapa minggu chart Music Television, dan “Free” berada di posisi nomor 1 selama 12 minggu (60 hari), 4 Mei – 24 Juli 1987.

Tidak hanya metal kristen yang dikritik oleh fans metal non-kristen, tetapi selanjutnya gerakan ini juga dikritik oleh kaum fundamentalis; Allmusic menulis bahwa “ketika pemimpin gereja menuduh heavy metal mendorong satanisme, Stryper berbalik membuktikan bahwa metal itu dan hardrock bisa digunakan untuk mempromosikan agama kristen. Band California selatan ini dilihat dengan kecurigaan oleh pihak gereja (yang menolak untuk percaya bahwa kristen dan metal itu cocok) dan sesama headbangers. Namun, Stryper berhasil menjual jutaan album ke khalayak baik dari kristen maupun sekuler.” Sebagai contoh, televangelist Jimmy Swaggart menulis sebuah buku berjudul Religious Rock n’ Roll – A Wolf in Sheep’s Clothing pada tahun 1987 dan mengkritik segmen ini, terutama Stryper, karena menggunakan musik heavy metal untuk pemberitaan Injil Kristen. Banyak band-band baru mulai muncul, akhirnya menarik perhatian label rekaman yang mengkhususkan diri di musik kristen.

 

Kemunculan fanzines, label rekaman dan Sanctuary International

Metal kristen kemudian berkembang menjadi label rekaman dan jaringan yang independen. Label metal kristen pertama adalah Pure Metal Records, sebuah sublabel dari Refuge Records. Kemudian muncullah label lain seperti R.E.X. Records dan Intense Records. Fanzines diterbitkan di beberapa negara, Heaven’s Metal sebagai yang pertama di Amerika Serikat pada tahun 1985. Selama waktu itu hampir setiap label rekaman kristen menjadi tertarik pada metal kristen, dan mereka mengiklankan band-band metal yang baru saja kontrak rekaman pada daftar mereka di Heaven’s Metal, karena itulah satu-satunya publikasi eksklusif pada zaman itu. Kemudian Heaven’s Metal mencapai popularitas lebih dan menjadi publikasi resmi dan profesional. Heaven’s Metal memiliki pembaca aktif mencapai 15.000. Penjualan rekaman suatu band biasanya meningkat ketika mereka dimuat di majalah tersebut.

Selama tahun 1980-an dan awal 1990-an, banyak metal kristen underground merilis rekaman yang biasanya hanya didistribusikan di toko buku kristen. Fanzines juga menjual kaset metal kristen kepada penggemar musiknya.

Banyak penggemar rock dan metal menjadi kristen melalui pelayanan band-band metal kristen ditolak dari gereja-gereja pada tahun 1980-an. Pada tahun 1984, pendeta Bob Beeman dari California melihat masalah ini dan segera memulai pelayanan dengan nama Sanctuary – The Rock and Roll Refuge. Persekutuan ini membawa banyak musisi bergabung dan membentuk kelompok-kelompok seperti Tourniquet, Deliverance, Vengeance and Mortal yang nantinya bakal menggebrak dalam budaya musik kristen. Worship leader pertama di Sanctuary adalah vokalis Stryper, Michael Sweet dan kemudian Barren Cross pemain bass Jim LaVerde. Sanctuary mensponsori festival metal kristen pertama, The Metal Mardi Gras, yang diadakan pada tahun 1987 di Los Angeles. Terbukti pengaruhnya, kemudian festival metal kristen diselenggarakan dengan baik di tempat lain juga. Kegiatan Sanctuary mulai menyebar, ada 36 paroki di seluruh Amerika Serikat pada puncaknya di tahun 1990-an. Paroki Sanctuary memiliki dampak yang signifikan terhadap kegerakan metal kristen: grup yang nantinya akan menjadi terkenal seperti P.O.D. melakukan konser pertamanya di Sanctuary.

Pada akhir 1990-an, pekerja paroki merasa bahwa gereja secara umum mulai menerima metalheads, rocker dan punk; dan karena itu tidak merasa perlu untuk mempertahankan Sanctuary terjadi lagi. Maka, sebagian besar paroki Sanctuary tutup. Sanctuary menjadi Sanctuary Internasional, dan saat ini memberikan pendidikan internasional dan pelajaran tentang agama kristen. Sanctuary juga menjalankan sebuah stasiun radio internet yang disebut “Intens Radio” yang pada tahun 2003 mencapai sekitar 150.000 pendengar.

 

Akhir tahun 1980-an dan 1990-an

Doug Van Pelt HM Magazine menyatakan bahwa metal kristen mencapai kejayaan di akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. Pada tahun 1987, ada lebih dari seratus band metal kristen, dan rekaman mereka dijual baik di toko buku Kristen dan maupun retail non-kristen. Pada tahun 1988, empat band metal kristen terbesar (tidak termasuk Stryper yang telah sukses di pasaran) yaitu Bloodgood, Barren Cross, Whitecross, dan Leviticus. Bride asal Kentucky awalnya bermain speed metal, terutama pada Live to Die, dan meraih pendengar luasnya pada saat mereka merilis Snakes in the Playground (1992). Meskipun dikritik karena perubahan tiba-tiba dalam gaya mereka yang bisa dikatakan “panas”, Bride masih dianggap “sesepuhnya heavy metal kristen.”

Pada tahun 1989, grup dari Orange County bernama X-Sinner merilis album debutnya Get It, dan merupakan salah satu band yang paling dibicarakan dalam dunia white metal pada saat itu. Tercatat untuk sound classic metal yang mirip dengan AC/DC, X-Sinner telah berhasil bertahan pada puncak di dunia classic metal kristen.

Glam metal band Holy Soldier, grup lain yang berasal dari California, merilis debut self-titled pertama di Word and A&M Records (Myrrh imprint) pada tahun 1990 yang banyak menuai dipujian dan kesuksesan komersial. Dua tahun kemudian, band ini melanjutkan debut mereka dengan Last Train, yang juga sukses, diikuti tur ke 60 kota di dunia. Band Guardian mendapat beberapa perhatian pasar untuk album Fire and Love, dan salah satu videonya masuk dalam Headbangers Ball di MTV. Band heavy metal Angelica memperkenalkan vokalisnya Rob Rock, yang juga telah mencapai ketenaran sebelumnya sebagai vokalis gitar kenamaan Chris Impellitteri dari band Impellitteri selama 1980-an dan 1990-an dan kemudian bersolo karir dengan album Rage of Creation.

Pada awal 1990-an, grunge mulai mengambil tempat sebagai gaya yang dominan di pasar, yang mengakibatkan musik heavy metal kehilangan popularitas dan mulai menurun selama satu dekade. Banyak musisi metal kristen mulai bermain extreme metal, dan kemudian death metal menggantikan popularitas thrash metal. Pendengar dalam kebanyakan dunia metal bawah tanah mulai mendukung sound yang lebih ekstrim dan meremehkan gaya populer. Seperti halnya kisah glam metal pada waktu itu, Stryper kehilangan popularitas dan berpisah pada tahun 1993.

Bruce Moore menulis di e-book Metal Missionaries bahwa selama pertengahan tahun 1990-an metal kristen “berhenti mengejar ketertinggalan (mereplikasi band sekuler) dan mulai berasimilasi ke segmen musik ekstrim yang selayaknya dan musisi yang bermain menjadi berpengaruh dalam membantu menentukan genre yang relatif baru, namun bertumbuh.”. Karena peningkatan kualitas musik dan penerimaan umum, band metal dan hardcore kristen diterima label rekaman seperti Tooth and NailSolid StateFacedown Records dan juga label sekuler Metal Blade dan Victory Records. Metal kristen tersedia di outlet non-kristen, “Untuk pertama kalinya musik kristen ekstrim pindah dari gudang belakang berdebu di toko buku kristen ke rak depan di pengecer seperti Best Buy Super, Circuit City, FYE and bahkan pengecer besar seperti Wal-Mart, Target dan Hot Topic.” Label metal sekuler Jerman Nuclear Blast Records juga merilis metal kristen. Torodd Fuglesteg dari Arctic Serenades Records (Norwegia) menyatakan: “Pemilik Nuclear Blast adalah seorang kristen dan ia mendorong semuanya dengan agenda keagamaan melalui Nuclear Blast. Mortifikasi dan Horde didorong gila-gilaan oleh Nuclear Blast sementara label lain yang mendorong lebih murni satanik.“

2000-an

As I Lay Dying telah berada di garis depan metalcore bersama dengan Underoath sejak tahun 2002. Pada dekade pertama abad ke-21 beberapa grup mencapai popularitas pasarnya. Ada juga band metal kristen yang bermain hampir setiap sub-genre metal. Kegerakan metal kristen telah menyebar ke seluruh dunia sejak kemunculannya  pada awal tahun 1980, dan sekarang ada ratusan band-band metal kristen aktif. Terinspirasi oleh kebangkitan metal, banyak band 1800an mulai bermusik lagi, misalnya Saint, Bloodgood dan Stryper. Pada bulan Oktober 2004, Doug Van Pelt membawa Heaven’s Metal  kembali ke fanzine semula. Internet telah memiliki peran yang signifikan pada kebangkitan metal kristen. Banyak situs dan komunitas online yang didedikasikan untuk diskusi tentang musik, acara, dan band-band metal kristen.

Untuk pertama kalinya sejak keberhasilan Stryper pada 1980-an, artis metal kristen tertentu mendapat penerimaan pasar dengan menjual jutaan album untuk penggemar kristen dan non-kristen, misalnya Underoath dan P.O.D. Yang kemudian menjadi band metal kristen paling sukses ketika album mereka Satellite di tahun 2001 mendapat multi-platinum. Metalcore menampilkan banyak band kristen populer, termasuk band-band crossover seperti Underoath, As I Lay Dying, August Burns Red, Blessthefall, Norma Jean, Haste the Day, The Devil Wears Prada, Disciple dan Demon Hunter. As I Lay Dying masuk di tangga Billboard 200 (No. 8) untuk rekor penjualan album dan dinominasikan sebagai “Best Metal Performance” Grammy untuk single “Nothing Left” dari album An Ocean Between Us di tahun 2007. Album ini membuat debutnya di Metal Blade Records, berada pada posisi no. 19 di Kanada. Di Amerika Serikat, hampir 40.000 unit terjual pada minggu pertama. Minggu kedua setelah dirilis, berada pada posisi nomor 39 di Amerika Serikat maupun Kanada. Debut untuk peringkat Top 200 lainnya di seluruh dunia yaitu nomor 117 di Inggris dan No 154 di Jepang.

Ulasan majalah Revolver (Februari 2007) mengatakan metal kristen adalah fenomena di tahun 2006. Editor Tom Beaujour mewawancarai vokalis utama dari As I Lay Dying, Demon Hunter, Norma Jean, dan Underoath (Tim Lambesis, Ryan Clark, Cory Brandan Putman, dan Spencer Chamberlain, masing-masing) sebagai artikel di halaman depan terbitan ini. Tooth and Nail Records, P.O.D.ZaoWar of AgesStill Remains, dan He Is Legend juga disebut.

BAND KRISTEN SUBGENRE METAL
Thrash metal

Beberapa band thrash metal kristen dari Amerika antara lain Deliverance, Believer, Vengeance (frontman, vokalis dan anggota terakhir yang tersisa Roger Martinez saat ini malah menentang kekristenan) dan Tourniquet. Allmusic menyatakan bahwa kedua album pertama Vengeance Rising “adalah keberhasilan besar dalam dunia musik kristen, membuat mereka sebagai salah satu dari beberapa band di genre yang menyeberang ke dunia musik sekuler.” Tourniquet disebut “bisa dibilang sebagai band metal kristen terbesar dalam sejarah” oleh Cross Rhythms pada tahun 1996. Album Psycho Surgery dari Tourniquet menduduki peringkat kedua sebagai album metal kristen paling berpengaruh sepanjang masa oleh HM Magazine. Video musik Deliverance di tahun 1990 untuk judul lagu Weapons of Our Warfare bbeberapa kali diputar di MTV. Allmusic menulis album Believer yang berjudul Sanity Obscure “Sebelum tahun 1990, genre heavy metal kristen jarang menyimpang dari riffing generik dan lirik miskin. Band-band seperti Petra dan Sacred Warrior tidak pernah menembus pasar karena alasan ini juga. Dengan ekspetasi yang rendah, Believer merilis lempengan besar metal (logam) cair ini. Meskipun tidak pernah benar-benar populer, beberapa majalah utama memuji album ini.”

http://www.youtube.com/watch?v=qR1EVvkJgCk

Band Inggris Seventh Angel dan Detritus mengenalkan thrash metal kristen ke Eropa. Seventh Angel dianggap sebagai perintis thrash metal dan album mereka terdistribusikan ke pasar mainstream melalui label Music for Nations. Cross Rhythms berpendapat dalam waktu yang lama Seventh Angel dianggap sebagai penampil metal terbaik di Inggris. Seventh Angel juga memasukkan aspek doom metal di beberapa rekaman. Pada tahun 1990-an, band dari New Mexico Ultimatum dan grup Oklahoma bernama Eternal Decision mendapat perhatian umum dengan gaya trash and groove metal-nya. Album Eternal Decision di tahun 1997 menembus pasar Amerika dan 16 negara.

 

Death metal

Pada tahun 1990, grup Australia Mortification menjadi band death metal kristen pertama yang dikenal secara luas. Album mereka di tahun 1992, Scrolls of the Megilloth, mendapat beberapa perhatian dari heavy metal bawah tanah, menurut Allmusic.

Pada sekitar waktu yang sama, Living Sacrifice menciptakan perpaduan thrash dan death metal, terutama pada album Nonexistent (1992) dan Inhabit (1994), dengan Allmusic berkomentar bahwa “istilah death metal kristen sepertinya salah satu ungkapan musik yang paling lucu.” Band Minneapolis bernama Crimson Thorn digambarkan oleh Allmusic sebagai “salah satu band metal kristen dengan sound yang paling ekstrim di dunia.” Album tahun 1998 Extol, band dari Norwegia, album Burial disebut “Revolusioner; Album ini mungkin menjadi satu-satunya yang bertanggung jawab atas kebangkitan metal ekstrim yang berpusat pada Kristus.” Band ini populer di kalangan penggemar metal baik kristen dan umum, sering tur dengan band-band non-kristen yang terkenal.

 

Unblack metal

Horde sering dianggap sebagai band unblack metal (disebut juga black metal kristen) pertama. Sebagai satu-satunya band dengan hanya satu rekaman (di 1 tahun 1994), Horde memulai kontroversi dalam komunitas metal ekstrim, menentag tema lirik yang umumnya tentang satanisme dan kejahatan..Judul satu-satunya rekaman Horde – Hellig Usvart – yang berarti “Holy Unblack“, yang sekarang serig digunakan orang kristen untuk mengacu kepada black metal kristen, untuk menghindari konotasi negatif dari istilah “black metal“.

Antestor (sebelumnya bernama Crush Evil) telah ada sebelum rilis Hellig Usvart tapi musik mereka bergaya death/doom, dan belum dianggap musik black metal. Selama awal 1990-an ketika band ini dikenal sebagai Crush Evil, Euronymous, gitaris untuk band black metal Mayhem, berencana untuk menghentikan Crush Evil. Namun, ini belum sampai terjadi.

Rilis album Antestor, The Return of Black Death, pada label black metal Inggris Cacophonous Records pada tahun 1998 “menetapkan standar untuk black metal kristen”. HM Magazine berpendapat album band Swedia Crimson Moonlight, The Covenant Progress “saingan terberat bagi band subgenre unblack metal lainnya (kristen atau sekuler)”. Sementara segmen unblack bukan bagian dari segmen black metal tradisional, beberapa musisi dari keduanya telah sama: Stian Aarstad dari Dimmu Borgir memproduseri Eponymous EP band Vaakevandring, dan Jan Axel Blomberg dari Mayhem bermain drum untuk album The Forsaken dari Antestor (2005).

 

Power metal dan progressive metal

Sacred Warrior mengawali power metal Kristen di Amerika Serikat. Seventh Avenue dari Jerman, dibentuk tahun 1989, merupakan satu dari beberapa band power metal kristen yang layak diperhitungkan di tahun 1900-an. Mereka merilis Rainbowland di tahun 1995, setelah itu band ini bergabung di Treasure Hunt Records. Rilis pertama di label ini, Tales of Tales, mencapai puncaknya di posisi 18 di Japanese Heavy metal Charts.

Kemudian pada tahun 1990-an, band Swedia yang bernama Narnia mencatat kontibusinya di sejarah power metal kristen, setelah bergabung dengan Nuclear Blast Records (Jerman) dan Pony Canyon Records (Jepang). Kemudian muncullah beberapa band Eropa lainnya seperti Chrystyne dan Lightmare dari Jerman; dan band Swedia XTDivinefireHarmony, dan Heartcry.

Di antara perwakilan progressive metal adalah Balance of Power, yang album When the World Falls Down –nya dipegang oleh label Jepang Pony Canyon. Jacobs Dream menandatangani kontrak dengan Metal Blade Records. HM menulis tentang self-titled album band dari Georgia bernama Theocracy “Matt [semula adalah satu-satunya anggota] tidak hanya meraih banyak ketenaran baik di segmen power/ prog kristen yang kecil tetapi juga di segmen power/prog sekuler yang sangat besar.” Kemudian berubah menjadi full band, album kedua mereka di tahun 2008 mereka Mirror of Souls “mendefinisikan kesempurnaan dalam metal kristen masa kini.”

 

Lainnya

Pada tahun 1987, band Swedia Veni Domine mulai bermain progressive and symphonic doom metal dan merilis album pertamanya Fall Babylon Fall pada tahun 1992, yang meraih peringkat ke-38 sebagai album metal kristen paling berpengaruh sepanjang masa menurut HM. Majalah HM menulis Paramaecium, dengan albumnya Exhumed of the Earth di tahun 1993, “pada dasarnya merupakan rekaman death/doom yang paling kuat dan paling dinamis dalam sejarah metal kristen.” Album Saviour Machine I dari Saviour Machine disebut “prestasi yang luar biasa” oleh HM dan bahwa “warna gothic membuat progressive metal mereka menjadi cukup unik di segmennya ketika dirilis pada tahun 1993.”

Alternative metal juga cukup tenar termasuk di antaranya band nu metal P.O.D., Thousand Foot Krutch, Disciple, dan Pillar. Zao adalah pioner metalcore yang merintis jalan untuk Underoath dan Norma Jean. Mortal, band dari California, disebut sebagai satu dari band-band Kristen pertama yang merepresentasikan style industrial metalCross Rhythms menulis ketika album kedua Mortal yang berjudul Fathom mendobrak pasaran di tahun 1993 “tidak ada satupun yang seperti ini dan ini benar-benar sejarah musik”

Band industrial metal kristen tenar lainnya di tahun 1990-an yaitu Circle of Dust. Band ini meraih perhatian MTV lewat video musiknya “Telltale Crime”, dan ada bagian lagu “Deviate” yang digunakan sebagai lagu pembuka di program acara MTV Sports dalam waktu yang lama.

Grup underground industial metal seperti Argyle Park, meraih kesuksesan berkat albumnya Misguided (1995). Selain itu ada juga LVL dan Klank dengan albumnya Still Suffering di tahun 1997. Album kedua Klank yang berjudul Numb sukses berkat lagu “Blind” yang menjadi hit single-nya. Band industrial metal dari Australia bernama Screams of Chaos dikenal karena style-nya yang aneh yang mengkombinasikan beberapa pengaruh extreme metal dengan industrial. Akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an, grup shock rock Rackets & Drapes dari Amerika dikenal karena punya elemen industrial metal dan meraih kesuksesan.

 

KEKRISTENAN DI PASAR METAL

Beberapa pertunjukan menampilkan atau telah menampilkan anggota kristennya. Meskipun ada band-band yang bisa jadi memiliki lirik menggunakan tema-tema atau simbolisme kristen, ada juga yang menjadi kontroversi karena mengklaim bahwa mereka kristen, seperti Tom Araya dari band Slayer. Selain itu, band-band seperti Killswitch Engage, Avenged Sevenfold, Metallica dan Linkin Park juga memiliki anggota yang beragama kristen dan sering menggunakan tema spiritual.

SUBKULTUR PENGINJILAN

Meskipun tidak umum di negara yang mayoritas katolik, metal kristen berakar protestan evangelisme, bermula sebagai sarana penginjilan di antara segmen metal non-kristen. Selama bertahun-tahun fokus berubah karena peningkatan sekulerisasi agama kristen di Barat selama tahun 1990-an. Moberg (2008) mencatat bahwa dunia saat ini tampaknya memiliki sedikit minat untuk penginjilan, terutama di Eropa Utara. Sebaliknya, dia berpendapat bahwa saat ini segmen musik metal kristen pada akhirnya memberikan sumber penting bagi pembentukan alternatif dan komplementer anggota intinya untuk berekspresi dan praktek keagamaan serta alternatif identitas kristen. Dengan demikian, Moberg berpendapat bahwa metal kristen menjalankan empat tujuan utama: bentuk alternatif ekspresi keagamaan dan identitas; sebagai bentuk sah dari ekspresi keagamaan; sebagai cara efektif untuk penginjilan dan berjuang dan berdiri untuk iman kristen; sebagai alternatif positif bagi metal non-kristen.

Dalam sebuah wawancaranya di 2006 dengan HM Magazine, Steve Rowe dari Mortification, salah satu tokoh paling terkenal dalam segmen metal kristen, mengungkapkan bahwa penginjilan adalah kepentingan sekunder dan yang pertama dan terutama metal kristen harus membawa “dorongan spiritual” bagi pendengar kristennya. Moberg (2006) mencurigai bahwa musik metal kristen mungkin menyarankan ketidakpuasan dengan bentuk tradisional ibadah di kalangan kaum kristen muda saat ini: “Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan hanya pergi ke gereja dan bernyanyi lagu-lagu pujian, mereka membutuhkan alternatif sarana untuk mengekspresikan iman yang sama.”  Terlepas dari penginjilan, metal kristen juga dapat menyediakan sarana “untuk menjauhkan citra kekristenan sebagai sesuatu yang kaku dan membosankan”.

Luhr (2009) berpendapat bahwa metal kristen menyatakan perasaan terisolasi dan pemberontakan sama seperti metal non-kristen, tetapi dalam cara yang sama sekali berbeda. Pemberontakan metal kristen adalah tentang “perlawanan kristen dengan dosa yang dirasakan dan amoralitas dari masyarakat dan budaya modern terkini di mana nilai-nilai tradisional keluarga telah terkikis melalui hal-hal seperti melegalkan dan meningkatnya penerimaan terhadap aborsi dan pornografi dan munculnya hak-hak kaum gay dan gerakan feminis.” Penyebab untuk perasaan terisolasi dapat dijelaskan dengan perjuangan fundamental  berada di dunia tetapi bukan bagian darinya. Bloodgood dan Barren Cross membalikkan makna pemberontakan dengan menyatakan bahwa di masyarakat dan budaya Barat iman kristen adalah pemberontakan yang sejati. Seperti dalam metal non-kristen, penggemar didorong untuk membela iman mereka, berpikir sendiri dan tidak membabi buta mengikut wewenang, termasuk tentang agama.

Menurut Moberg (2008), metal kristen telah mengembangkan segmetasinya di negara-negara dengan subkultur metal yang telah lama bertahan: Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia dan Finlandia. Meskipun pendengar tampaknya tersisihkan, semisal penggemar metal kristen kalau dihitung jumlahnya ribuan sedangkan penggemar metal non-kristen jutaan, segmen metal kristen adalah salah satu dari beberapa komunitas kristen transnasional yang tidak memiliki pemimpin maupun keyakinan – hanyalah musik yang berhubungan dengan pendegarnya. Sama seperti metal non-kristen, segmen metal kristen telah mengembangkan infrastrukturnya sendiri seperti label rekaman, promosi dan saluran distribusi, media yang khusus, forum diskusi, sikap, retorika, slogan-slogan seperti “Turn or Burn!“, “Faster for the Master!” dan “Support the War against Satan!“, toko online dan, festival. Brasil dan Meksiko memiliki kominitas kecil penggemar metal kristen. Finlandia pada khususnya, dengan metal yang lebih umum di sana daripada di tempat lain, telah diadakan Ibadah Metal populer yang diangkat oleh mantan gereja Lutheran kota sejak tahun 2006.

Kebanyakan metalheads kristen juga mendengarkan metal non-kristen, metal kristen hanya menawarkan penyeimbang untuk pesan gelap metal non-kristen, dan kebanyakan metalheads kristen hanya menghindari band setan, bahkan jika mereka, karena beberapa mengabaikan masalah sama sekali. Beberapa perbedaan gerakan dalam konser terlihat: Los Angeles Times melaporkan pada tahun 1985 bahwa Stryper pada waktu itu menunjukkan penonton terlihat “sodokan tegap satu jari ke sorga – sebagai sangkalan dari penghormatan tanduk setan dua jari dari banyak kelompok metal”.

 

KONTROVERSI

Grup kristen tertentu, terutama di antaranya di beberapa denominasi King James,  menganggap semua jenis musik rock dan metal menjadi berlawanan dengan iman mereka, terlepas dari isi lirik dan gaya hidup anggota bandnya. Namun, penggemar dan musisi melihat metal sebagai genre musik, sejajar dengan genre yang lain seperti blues, klasik, jazz, punk, dan hip-hop. Band-band seperti Showbread dan Antestor percaya bahwa instrumentasi musik hanyalah sebuah media seni, sementara orang-orang yang menciptakan musik serta lirik yang disajikan memberikan pesan. Oleh karena itu, metal kristen diciptakan ketika orang kristen menulis musik metal dengan cara yang merefleksikan iman mereka di dalam Kristus.

Keith Kahn-Harris menyatakan dalam buku Extreme Metal  bahwa terkadang penggemar metal menganggap iman kristen dan kepatuhan dalam gereja sebagai keanggotaan dari otoritas yang tidak dapat dipungkiri, dan karena band-band metal kristen dipandang sebagai “posers” dan penggunaan lirik kristen bertentangan dengan tujuan metal yang “sebenarnya”, yang berisikan individualisme dan mengabaikan pendapat atau penolakan agama.

Kelompok metal kristen seperti Barnabas dan Extol mengkritik band di industrinya karena kurangnya inovasi dan karena mengucilkan bandnya dalam industri itu sendiri. Pastor Bob Beeman dari Sanctuary International menyatakan bahwa ini adalah pujian terhadap musik sekuler, karena memungkinkan orang untuk mendengarkan musik yang mereka nikmati tanpa perasaan seperti mereka menyerah pada style yang mereka sukai dan memungkinkan band untuk menembus kesuksesan pasar.

Beberapa grup metal kristen mengkritik band di industrinya karena terlalu mengisolasi genrenya dari industri umum. Misalnya, pendapat Christer Espevoll dari Extol pada tahun 2003: “Saya berharap segmen-segmen ini lebih bersama-sama. Untuk sekian lama timbul jarak yang yang jauh – dan semakin jauh – antara industri musik kristen dan sekuler. Ini adalah situasi khas di AS dan juga di Skandinavia. Menurut pendapat saya jenis pertentangan ini bukanlah hal yang baik. Musik adalah pertama dan terutama tentang musik jadi mengapa harus setiap band atau seniman yang mewakili agama atau bukan memiliki industrinya sendiri-sendiri? Musik tidak memiliki batas agama.” Namun, kebanyakan band kristen saat ini menentang untuk dikucilkan dalam industri musik kristen dan telah meraih kesuksesan pasar, seperti Virgin Black.

 

RADIO METAL KRISTEN

Karena banyak pertentangan dari segmen musik kristen, metal kristen tidak pernah punya outlet radio besar yang berbadan hukum, karena bertentangan dengan format musik kristen yang lebih diterima dan berkaitan dengan CCM. Namun demikian, metal kristen tetap penting secara budaya dalam genrenya, terutama telah bertahan dalam ujian waktu lewat mulut ke mulut dan lewat bantuan perintis rock kristen dan penyiar metal. Meskipun kurang dukungan dari radio komersial, penyiar metal kristen telah berhasil mengudarakannya di radio publik, radio kampus, radio internet, dan dalam beberapa tahun terakhir melalui podcasting lewat Internet. Karena teknologi penyiaran digital menjadi lebih mudah diakses, jumlah penyiar metal kristen terus meningkat. Beberapa stasiun radio kristen alternatif non-komersial saat ini radio seperti RadioU, Call FM dan Effect Radio memiliki beberapa program metal kristen larut malam dan pada akhir pekan. Namun, secara keseluruhan stasiun-stasiun besar ini  mempertahankan format yang ditentukan oleh GMA (Gospel Music Association).

Stasiun lain seperti Almighty Metal Radio, Savage Rock Radio, Reign Radio,  Metal Blessing Radio, The Cross Stream, The Refinery Rock Radio, dan FuelRadio FM telah mampu mempertahankan format metal kristen dua puluh empat jam melalui radio internet. Beberapa DJ radio metal kristen terkenal, acara dan podcast-nya antara lain: “Jesus Solid Rock” Show (’74 – ’80) dipandu oleh Pastor Bob Beeman, “Intense Radio” (’95 – present) didirikan oleh Pastor Bob Beeman dan Sanctuary International, “HM Podcast” dengan pendiri dan penerbit majalah HM Doug Van Pelt, “The Full Armor of God Broadcast” (’97 – present) dipandu Bro Scotland Kubinski (A.K.A. Kuba “The Demon Slayer”), “Radio U Hardcore” dan (’02 – present) dipandu oleh Jaddeus Dempsey (A.K.A. “Jad”), dan “The Nation of Rockwell


3 Responses

  1. joe adrian says:

    Brothers,
    Mau tanya gimana cara dapetin CD or DVD Christian Metalcore Band seperti Living Sacrifice, Demon Hunter dan As I Lay Dying.
    Mohon infonya 🙂
    Thx. Gbu & keep the rock alive!

  2. gunawan sihombing says:

    Good….thank

Leave a Reply


  • Facebook
  • Twitter