Son Of Cossilas – Metal Kristen Palangkaraya (Wawancara)

Son of Cossilas copy

SON OF COSSILAS (Klik)
Anak Penyembah Setan yang Membelot Jadi Anak Tuhan

Mana ada yang mengira bahwa Palangkaraya memiliki pasukan Christian Metalcore. Minoritas, tapi bersuara sebagai garam dan terang. Membaur dengan scene local, menjadi diri sendiri dengan karya mereka yang memiliki pesan rohani, seiring dengan perjalanan hidup mereka. Mereka tampak cukup aktif di media social mempromosikan baik single maupun EP mereka. Meskipun aktivitas mereka tampaknya sedikit terhalang karena kasus asap yang menyesakkan tanah mereka, tampaknya mereka saat ini sedang merapatkan barisan untuk proyek dan kegiatan mereka selanjutnya.

Lagu mereka “HOPE” ada di dalam kompilasi Christian Rockindo “From The Darkness Into The Light”. Simak perbincangan tim Christian Rockindo dengan mereka.

CRI : Hi, Son of Cosillas.. Kami mau mengajak ngobrol-ngobrol supaya bisa kenal lebih dekat nih… Band kalian ini mengusung genre musik apa? Dan apa tema-tema apa dibawakan pada lagu-lagu kalian?

RICKO :

Nama band kami SON OF COSSILAS, genre yg kami usung itu spesifiknya Metalcore. Tema-tema lagu yang kami bawakan kebanyakan adalah pesan positif tentang kehidupan dan interaksi kita dengan Tuhan.

CRI : Nama band kalian unik. Apa sih arti dari nama Son of Cosillas ? Dan bisa dijelaskan kisah awal terbentuknya band ini ?

BOY :

Agak panjang ini ceritanya. Awal mulanya, aku (Boy) dan beberapa kawan di awal 2000an dulu pernah punya band black metal namanya LORD COSSILAS. Nama itu digagas oleh salah satu kawan, tidak ada arti khusus tetapi menurut dia itu nama seorang tuan tanah yg kejam di Eropa pada jaman pertengahan. Lambat laun genre black metal nya semakin bertambah brutal dan merembet ke covering lagu-lagu band penyembah setan (Cradle of Filth, dll), sampai akhirnya vakum krn kesibukan masing2 personil.

Pada awal tahun 2014, Ricko (yang kemudian menjadi bassist Son of Cossilas) mengajak aku ikut salah satu event metal, tapi krn personil Lord Cossilas sdh tdk aktif maka diputuskan untuk cari personil baru. Ricko merekomendasikan Jho dan Billy untuk mengisi vokal & gitar. Untuk posisi drummer, aku ajak si Adit yang merupakan salah satu drummer terbaik Kalteng.. yang sudah langganan jadi the best drummer di beberapa festival band. Kami lalu merembukkan lagu yang akan dibawakan, sekaligus mengganti nama band Lord Cossilas yg sudah tidak pas karena semua personil baru. Setelah diskusi panjang, aku mengusulkan nama SON OF COSSILAS yang diterima secara sukarela oleh semua personil.

Nama itu secara harafiah berarti anak nya Cossilas, dulu Lord Cossilas bapaknya diibaratkan adalah tuan tanah sadis penyembah setan dan kejam, maka sekarang anaknya justru lahir baru menjadi yaitu Son of Cossilas yang menjadi pengikut Yesus Kristus & menjadi berkat, garam, dan terang untuk dunia, melalui musik & genre Christian Metalcore.

CRI : Sekarang formasi-nya siapa saja di band ?

JHO : Masih sama seperti awal terbentuk, personilnya :

– Jho – Unclean Vocal
– Boy – Gitar 1
– Billy – Gitar 2
– Ricko – Bass/Clean Vocal
– Adit – Drum

CRI : Boleh share kenapa kalian bisa punya ide untuk membentuk band Christian metalcore?

BILLY :

Sebenarnya simple, semua personil Son of Cossilas adalah pemuda2 Kristen yang mengingat tri panggilan Gereja. Kita ngeband buat apa..? Ngeband itu mesti punya tujuan..masing-masing band menetapkan tujuannya masing-masing. Nah, tujuan Son of Cossilas sendiri adalah itu.

CRI :Bicara mengenai Palangkaraya, bagaimana keadaan Kalimantan khususnya kota tempat kalian tinggal, berkenaan dengan kondisi asap?

ADIT :

Puji Tuhan, Palangkaraya sudah tidak berasap lagi, karena sudah memasuki musim hujan. Cuma curahan hujan dari Tuhan yang bisa menyembuhkan bencana asap kemarin, ga ada manusia yang bisa.

CRI : Ada pesan untuk pemerintah pusat mengenai keadaan ini ?

ADIT :

Pesan untuk pemerintah pusat sih agar tetap menindak lanjuti proses hukum para pelaku pembakaran hutan itu, baik perorangan atau perusahaan. Jangan takut akan para mafia, pada elit, dll yang back up dibelakang itu. Karena dengan ketegasan dari pemerintah lah, bencana asap seperti ini bisa dihindari di masa yg akan datang.

CRI : Kalau scene musik Kristen sendiri bagaimana…apakah ada scene Christian rock/metal lokal di Palangkaraya ?

BILLY :

Sejauh ini ga ada, cuman forum Christian Metal lokal di media sosial aja. Disini konservatif, scene Christian music di dominasi Pop, Gospel & Jazz. Kita sendiri mainnya di scene rock/metal sekuler disini. Tapi buat kami itu justru lebih baik dan lebih mengena, kami bisa menjadi lilin yang menerangi, garam yg memberi rasa, dan pesan yg kami sampaikan tentang berkat, karunia, kehidupan & kasih dari Tuhan Yesus Kristus bisa di dengar dan menjangkau jauh lebih luas.

CRI : Bisa ceritakan bagaimana kalian bisa terlibat di album kompilasi From The Darkness Into The Light ? dan bagaimana bisa kenal dengan Christian Rockindo ?

BILLY :

Kenal Christian Rockindo sih sudah lama, sejak Christian Rockindo rilis kompilasi vol.1 dulu. Mengenai kompilasi From the Darkness Into the Light sendiri, awalnya karena baca-baca di media sosial, trus lanjut ngobrol2/chat juga sm bro Decky & Didi dari CRI, akhirnya kita ikutan.

CRI : Aktivitas bermusik kalian saat ini bagaimana ? Apakah ada rencana untuk merilis single lagi atau membuat album?

JHO :

Saat ini kami lagi fokus untuk membuat lagu untuk melengkapi album EP pertama kami, yang mudah2an awal tahun depan (2016) akan kami rilis setelah lama tertunda.

CRI : Bisa bagikan apa pandangan kalian terhadap kondisi scene music independent dalam lingkup nasional (sekuler)

ADIT :

Music Indie itu lahir dari idealisme. Bukan dari komersialisme trend ala major label. Tantangan musik indie tentu yang utama adalah dari segi finansial & budgeting untuk menjalankannya. Tapi ini sudah bukan jaman musik indie perjuangan seperti era 90’s dulu. Dengan internet & media sosial saat ini yang sudah sangat maju, musik indie juga sudah berevolusi mencari ‘jalur’nya sendiri memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Audiens yang dulu tidak terjangkau, sekarang dengan sekali share bisa dicapai. Saat ini lingkup nasional bukan hal yang tidak mungkin untuk musik indie tembus.

CRI : Ada kiat-kiat kalian untuk menembus perhatian khalayak di dalam & luar negeri akan karya dan eksistensi kalian ?

RICKO :

1. Punya signature yang membedakan dengan band lain, entah itu sound, atau vokal,
2. Gunakan bahasa global (Bahasa Inggris), biarpun cuman sebagian..misalnya hanya di
3. Rajin-rajin share lagu kita, manfaatkan media sosial, jangan cuman lingkup lokal,
4. Terus berkarya, jangan hitung untung rugi dulu.

CRI : Bagaimana pendapat kalian tentang scene music Kristen kontemporer, khususnya scene music cadas yang Kristiani di Indonesia ? Apa hasil pengamatan kalian ?

BOY :

Dengan menjadi minoritas, scene Christian Rock/Metal disini jelas ga sepopuler di negara lain. Tapi pergerakan itu ada, beberapa band & komunitas terus rutin dalam membuat karya. Mari kita bawa selalu dalam doa agar hal ini terus bertumbuh & semakin banyak metalhead yg bisa dijangkau.

CRI : Bisa jelaskan makna lagu “Hope” yang ada di kompilasi From The Darkness Into The Light” dari Christian Rockindo …

JHO :

Lagu ‘HOPE’ itu mengajak untuk kita semua yang sedang dirundung oleh masalah untuk merenung, bahwa semua masalah itu pasti ada jalan keluar. Jangan kehilangan harapan, serahkan semua masalahmu dalam doa kepada Tuhan. Dia punya semua jawaban yang akan membisik hati kecilmu atas semua masalahmu, ang bahkan akal nalar manusia kadang tidak menyadarinya. Jangan kalah & jangan menyerah atas masalahmu itu, ada Tuhan yang selalu menyertai mu. Dia lah harapan mu.

CRI : Selain lagu itu apakah ada lagi single kalian yang sudah beredar di internet via media sosial? Boleh minta link url-nya :

ADIT :

Silahkan check ke TKP : (Silahkan di Klik)

www.reverbnation.com/son_of_cossilas
https://www.youtube.com/channel
https://twitter.com/SonofCossilas
https://www.facebook.com/sonofcossilas/timeline

Thanks untuk waktunya, dan boleh minta pesan2 buat pembaca artikel ini …

SON OF COSSILAS :

“Stay positive, berdoa/serahkan semua rencana pada Tuhan, dan jadilah Berkat, Terang dan Garam untuk dunia ini..”


One Response

  1. Pendekar777 says:

    Sukses terus untuk SON OF COSSILAS… \777/

Leave a Reply


  • Facebook
  • Twitter